Saturday, November 17, 2018
Just another Binusian blog site

Recent Posts


Recent Comments


Archives


Categories


Meta


Character Building: Agama

January 12th, 2018 by masgibran

Proyek Final Mata Kuliah Character Building: Agama

Pada kali ini kelompok character building saya mendapatkan tugas untuk mewawancarai para tokoh agama di Indonesia untuk mengemukakan pendapat mereka tentang toleransi antar umat beragama di Indonesia saat ini.

Anggota Kelompok:

2001618655 Mas Anandya Gibran H Ketua
2001566550 Dandi Alfikri Anggota
2001578046 Bima Andyasena S Anggota
2001568663 Hansel Marcelindo Anggota
2001566701 Kenny Anggota
2001590184 Asqal Alveroz Anggota
2001597051 Muhammad Rufail Anggota

 

PERTEMUAN PERTAMA

Selasa, 8 November 2017, dari jam 12:00 – 14:00 WIB, kami mengisi pertemuan pertama kami dengan berkunjung ke Gereja Katolik Santa Monica yang terletak di Kota BSD, Tangerang. Gereja ini juga mempunyai cabang di Jakarta. Sebelum memulai wawancara sehari sebelumnya kita membuat janji dengan orang sekretaris yang ada di Gereja St. Monica agar dapat bertemu dengan Romo, akhirnya di jadwalkan pada esok harinya.┬áSelasa, 8 November 2017, dari jam 12:00 – 14:00 WIB, kami mengisi pertemuan pertama kami dengan berkunjung ke Gereja Katolik Santa Monica yang terletak di Kota BSD, Tangerang. Gereja ini juga mempunyai cabang di Jakarta. Sebelum memulai wawancara sehari sebelumnya kita membuat janji dengan orang sekretaris yang ada di Gereja St. Monica agar dapat bertemu dengan Romo, akhirnya di jadwalkan pada esok harinya.

Disaat kita memulai wawancara ternyata Romo tidak bisa datang dikarenakan sibuk menggembalakan umat, oleh karena itu beliau menugaskan Frater Roberto Reno Sitepu untuk mewakilkan beliau apabila ada urusan seperti wawancara, tanya jawab, mengenal agama Katolik, dll. Langsung saja kita duduk pada ruangan dan memulai wawancara kelompok kami dengan Frater.

Berikut ada hasil dari wawancara dengan Frater Roberto mengenai Toleransi Antar Umat Beragama di Indonesia:

1. Apa pandangan Frater terhadap kondisi umat beragama di indonesia ?

Di indonesia memiliki 6 agama, dan kita patut bersyukur karena kita hidup dalam keberagamaan konflik pasti ada tapi itu kewajaran, dan pasti kita harus mendamaikan perbedaan ini dengan cara berdialog dan berdiskusi 1 sama lain.

2. Bagaimana cara umat beragama menyelesaikan konflik ?

Yang terjadi saat ini bukanlah pandangan beragama tetapi politik identitas, artinya menggunakan agama untuk kepentingan politik itu sendiri jika ada konflik kita harus mencari kesepahaman sesama masyarakat indo dengan cara saling mendukung.

3. Apa dampak positif jika ada toleransi agama ?

Kita harus melihat dampak positif dari konflik tersebut, salah satunya kita berbeda tetapi kita bisa kerjasama dengan cara kesadaran masing-masing dan kita harus bisa belajar dari perbedaan tersebut.

4. Bagaimana cara umat beragama mampu memahami sebagai alat pemersatu bangsa ?

Menurut agama kami, kita lihat dengan kata toleransi yang artinya menanggung segala perbedaan .. tetapi tidak cukup sampai disitu, kita harus melangkah lebih jauh bahwa bagaimana perbedaan bisa saling menginspirasi dan memperkaya dan berkembang tanpa membedakan satu sama lain.

 

 

 

PERTEMUAN KEDUA

Kamis, 21 Desember 2017, dari jam 9:00 – 11:00 WIB, kelompok kami langsung datang Vihara Kuang Chien yang terletak di Tangerang Kota. Sebelumnya kami sudah mengadakan janji dengan salah satu teman kami via “LINE Messenger”. Sesampai ditempat kami disambut oleh teman kami dan langsung bertemu dengan Bhiksu Thien She, Beliau mengurus Vihara dengan keluarganya.Kamis, 21 Desember 2017, dari jam 9:00 – 11:00 WIB, kelompok kami langsung datang Vihara Kuang Chien yang terletak di Tangerang Kota. Sebelumnya kami sudah mengadakan janji dengan salah satu teman kami via “LINE Messenger”. Sesampai ditempat kami disambut oleh teman kami dan langsung bertemu dengan Bhiksu Thien She, Beliau mengurus Vihara dengan keluarganya.
Berikut ada hasil dari wawancara dengan Bhiksu Thien Chuan She mengenai Toleransi Antar Umat Beragama di Indonesia:
1. Apa pandangan Bhiksu Thien terhadap kondisi umat beragama di indonesia?

Semua agama di Indonesia itu tidak boleh dibeda-bedakan, agama di Indonesia ini ibaratnya seperti warna, hidup ini akan terasa datar apabila hanya ada satu warna. Harus ada warna-warna lainnya agar terasa lebih hidup.

2. Apakah agama pantas untuk menjadikan antar kaum minoritas dan mayoritas?

Dalam setiap agama apabila ada kaum minoritas, minoritas harus dilindungi oleh mayoritas, tidak boleh di beda-bedakan, demi terjalin hubungan baik.

3. Bagaimana cara umat beragama menyelesaikan konflik?

Konflik mempunyai tujuan tertentu, asal mula konflik agama biasanya ada kepentingan-kepentingan tertentu seperti politik, tujuan tertentu/pribadi. Kondisi ini sangat kasihan, harusnya sebagai umat beragama harus menghindari hal-hal yang membuat benci pada agama lain.
4. Apa dampak positif jika ada toleransi agama?
Pasti ada, apabila kita saling toleransi akan terjadi hubungan yang sangat baik dan pastinya tidak akan terjadi konflik.

5. Menurut ajaran agama Buddha, bagaimana cara supaya umat beragama mampu memahami dan menghayati agama sebagai alat pemersatu bangsa Indonesia?

Dalam ajaran agama Buddha diajarkan untuk kembali ke diri kita, agama diciptakan untuk melindungi manusia, agar menjalani sila sila agama. Apabila dijalankan dengan baik tidak akan terjadinya konflik serta akan masuk nirwarna(surga).

 

 

PERTEMUAN KETIGA

Jumat, 5 Januari 2018, kelompok kami langsung mewawancarai Ustadz Khalid setelah beliau selesai Sholat Jum’at pada Musholla di Universitas Bina Nusantara. Wawancara dilakukan pada pukul 12:50 sampai 13:10. Kebetulan Kenny tidak bisa hadir karena harus mengurus tugas ke Kampus Binus Kemanggisan, Jakarta.

Berikut ada hasil dari wawancara dengan Ustadz Khalid mengenai Toleransi Antar Umat Beragama di Indonesia:

 

  1. Apa pandangan Pak Ustadz Khalid terhadap kondisi umat beragama di indonesia?

Kondisi keberagamaan di Indonesia saat ini mengalami ujian, ujian toleransi. Ujian ini tentu tidak bisa di lepaskan pengaruh paham-paham dari luar. Paham yg tidak menganut paham toleransi. Lebih mengedapankan radikalisme, namun para ulama dan tokoh2 lainnya masih peduli untuk merekatkan hubungan antar umat beragama, dengan berbagai macam acara-acara toleransi, didukung dengan pemerintah.

  1. Apakah agama pantas untuk menjadikan antar kaum minoritas dan mayoritas?

Islam terkadang jadi mayoritas, kristen jad mayoritas, di Indonesia juga masih ada daerah-daerah yang mempunyai mayoritas agama tertentu. Selama kita menjaga hubungan baik tidak akan merusak nilai-nilai toleransi.

 

  1. Bagaimana cara umat beragama menyelesaikan konflik?

Islam sudah punya aturan sendiri, dari dulu sudah di contohkan oleh Rasulullah saw dengan perjanjian2 seperti perjanjian hudaibiyah. intinya pd firman Allah swt, duduklah bersama untuk bermusyawarah, menghilangkan egoisme. Jadi di Islam jalan untuk menyelesaikan konflik itu bermusyawarah.

  1. Apa dampak positif jika ada toleransi agama?

Dampak positif dari kehidupan umat beragama, berbangsa dalam kehidupan yang damai, sejahtera dalam satu naungan negara. Pastinya tidak akan menganggu jalannya pembangunan negara.

  1. Menurut ajaran agama Islam, bagaimana cara supaya umat beragama mampu memahami dan menghayati agama sebagai alat pemersatu bangsa Indonesia?

Bagi Islam sudah jelas, Islam diturunkan untuk menjadi rahmat bagi semua alam, yang artinya berlaku bagi semua manusia tanpa membedakan manusia-manusia di dunia ini.

 

KESIMPULAN

Kesimpulan dari kegiatan wawancara ini adalah bahwa pendapat dari para tokoh agama di Indonesia itu sama-sama mempunyai tujuan yang sama, yaitu akan selalu membuat hubungan baik antar umat beragama di Indonesia.

Apabila sampai terjadi konflik sebaiknya dilakukan musyawarah, jangan sampai ada konflik yang melibatkan fisik, karena kita hidup di Indonesia yang mempunyai ideologi Pancasila, berbeda-beda tetapi tetap satu.

Adapula manfaat dari semua ini, seperti

1. Menciptakan kesejahteraan antar umat beragama.

2. Bersosialisasi dengan berbeda agama.

3. Mengetahui sudut pandang dari masing-masing tokoh agama.

 

VIDEO LINK

Posted in Uncategorized | No Comments »

Leave a Comment

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.